Selasa, 27 November 2007

kemarin saya ada kegiatan dari program keahlian saya makrab(malam keakraban)ke gunung bunder.Acaranya lumayan seru,udara yang dingin berhasil menyatukan kami dalam satu suasana.ada cerita menarik yang saya temui disana,ditengah malam yang dinginnya serasa menguliti daging dan merontokkan tulang dalam tubuh membuat kami tidak bisa memejamkan mata dan dalam keadaan seperti itu kami tidak medapatkan kasur sebagai alas tidur kami hanya tidur diatas kayu dalam dsebuah rumah ,dimana angin bisa dengan bebas masuk melalui celah-celahnya.Dalam keadaan mata yang tak terpejamkan kami lalu mengusik kakak senior yang kebetulan mendaoat tugas mengkoordinir rumah kami.di tengah malam itu kami meminta air panas,obat masuk angin,makanan,dan seperangkat permintaan lainnya dengan alasan tidak tahan menahan dinginnya malam.disamping itu kami juga melkukan aerobik tengah malam,main uno,main tebak-tebakan dn sederet permainan gokil lainnya yang mengundang keributan yang akhirnya membuat kakak yang mengkoordinir kami marah.Dan satu hal lain yamg tak terlupakan adalah tidak mandi selama berada disana karena airnya begitu dingin.sya senang sekali berada disana karena walaupun dipenuhi penderitaan tapi selalu dihadapi dengan senyuman.

Rabu, 21 November 2007

Hari ini aku memutuskan membuat blog ini sebagai pengganti diari,aku seorang perempuan berusia 18 tahun yang mulai merasakan goncangan hidup.kenapa kesedihan itu harus ada dikala kita tidak ingin mejumpainya ?kenapa derita itu harus hadir saat aku menghindarinya.aku ada dalam lingkaran masalah yang semakin hari semakin menggerogotiku.permasalahan itu datang lagi, aku ingin menjadi kekutan bagi orang lain .aku ingin dianggap ada, aku capek dengan semua kebohongan ini aku ingin menapaki jalanku sendiri,aku ingin menaiki tanggaku sendiri.tolong biarkan aku mencapainya .aku ingin memeberikan sebongkah kebahagiaan buat orang-orang yang kucintai yang selama ini telah banyak menanggung penderitaan hanya demi memperjuangkan buah-buah cintanya.mulai hari ini aku akan mengukirnya sebagai prasasti bisikan hati.